The Japan Times Online: LISTENING POST – 2NE1 “Collection”

Dengan banyaknya kelompok idola Korea yang menyesakkan pasar pop Jepang sampai-sampai udara segar dan energi electropop berlalu, dibutuhkan kemampuan yang lebih untuk membedakan sekelompok idola yang hampir semuanya setipe dengan Girl’s Generation. Tapi dengan lambatnya Jepang untuk merespon dengan berpikiran maju tentang pop itu sendiri, tugas ini jatuh pada kelompok lain yang ingin K-pop meledak tetapi dengan cara yang berbeda.

2NE1 memiliki kebiasaan mengingatkan pendengar tentang nama grup mereka setiap tiga atau empat detik pada paruh pertama dari album bahasa Jepang pertamanya, dan seperti Korean TLC yang terdiri dari empat Lisa “Left Eye” Lopezes, setiap saat beriringan dengan energi yaitu kata yang paling sering disalah artikan dalam dunia pop – Sikap. Main rapper CL berbicara dengan penuh karisma, Park Bom adalah sebagai penyanyi yang baik saat mereka datang, Dara “sassy with a touch of ironic self-awareness”, dan Minzy … yah, dia seorang penari yang baik.

Di satu sisi, yang paling mendekatikemiripannya dengan 2NE1 adalah idol group Momoiro Clover Z. Sementara mereka berasal dari latar belakang musik yang berbeda secara radikal, mereka berbagi integrasi kepribadian, gambar dan musik, dengan setiap elemen yang saling melengkapi. Mereka juga berbagi kegilaan dalam pendekatan untuk penulisan lagu. “I Am the Best,” sudah akrab dari tahun lalu pada mini album “Nolza”, adalah contoh yang sangat mencolok dengan tabrakan atas manic house music bleeps, crunching electro synths, tribal drumming dan Indian/Middle Eastern melodies terdengar seperti benar-benar tidak ada yang lain lagi di bumi. Kata apa yang akan kamu gunakan untuk menyebutkan musik ini? Dutch electro-Bollyhouse? Siapa yang peduli?

Dimasukkannya “I Am the Best” dalam “Collection” akan menandai keluarnya album ini sebagai penantang untuk album tahun ini.

Sayangnya, cover Madonna “Like a Virgin” tidak ada gunanya. Namun, sigle terbaru “SCREAM” menunjukkan dari bakat tim produksi kelompok itu, yang menjaga 2NE1 selangkah lebih maju dari kerumunan electropop lainnya. Versi ulang lagu-lagu lama seperti “Fire”, “Follow Me” dan “Clap Your Hands” mempertahankan pengaturan  chimp-going-crazy-with-the-autotune-knob-style mereka. Yang membuat mereka begitu megah dan benar-benar menyenangkan di tempat pertama.

K-pop is dead: Long live K-pop.

 

susah bgt translate ini . banyak bgt kata2 yang bikin bingung . jadi aku translate-nya juga agak mbingungin juga . ni aja banyak yg aku potong , hahaha😀

 

Source: The Japan Times Online

Terjemahan : ARBA

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s